DOTNEWS.ID | BITUNG — Aspirasi masyarakat terkait kondisi semrawut di Pasar Girian mulai mendapat perhatian serius. Perumda Pasar Kota Bitung melakukan penataan melalui kegiatan penertiban yang melibatkan lintas instansi. Rabu, (22/04/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif bersama aparat gabungan, mulai dari TNI-Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta dukungan masyarakat sekitar pasar.
Penataan pedagang dikoordinir langsung oleh Kepala Bidang Keamanan, Ketertiban dan Kebersihan Perumda Pasar, Katrina Kansil, S.H., bersama Kepala Sub Bidang Kebersihan James Maletang dan tim terpadu di lapangan.
Dalam keterangannya, Katrina Kansil menjelaskan bahwa penataan ini telah melalui proses panjang, dimulai dari sosialisasi terbuka hingga pendekatan persuasif secara personal kepada para pedagang yang terdampak.
“Semua tahapan sudah kami lakukan secara bertahap dan humanis. Kami mengedepankan komunikasi agar pedagang memahami tujuan penataan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus utama penataan adalah menertibkan lalu lintas kendaraan roda dua di dalam area pasar yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena mengganggu kenyamanan pengunjung.
Keluhan tersebut, menurut Kansil, banyak disampaikan masyarakat melalui media sosial, yang menyoroti kondisi pasar yang semakin padat dan tidak tertata.
Sebagai solusi, Perumda Pasar telah membatasi akses kendaraan dengan sistem identifikasi khusus. Warga yang tinggal di sekitar pasar diberikan stiker akses masuk, sementara pedagang yang membutuhkan kendaraan untuk distribusi barang juga telah didata dan diberikan tanda khusus.
“Semua sudah diverifikasi, sehingga akses tetap ada, tetapi lebih tertib dan terkontrol,” jelasnya.
Pelaksanaan penertiban pun berlangsung kondusif, dengan dukungan penuh dari para pedagang yang dinilai kooperatif dalam mengikuti aturan yang diterapkan.
Kansil menegaskan, penataan ini juga merupakan arahan langsung dari Wali Kota Bitung, agar pembenahan pasar tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberlangsungan ekonomi pedagang.
“Penataan penting, tetapi pendekatan harus tetap aspiratif dan humanis. Jangan sampai pedagang dirugikan atau terdampak secara negatif,” tegasnya.
Dari pantauan di lapangan, kegiatan penertiban mendapat apresiasi dari masyarakat dan pengunjung pasar yang merasa kondisi pasar kini mulai lebih tertib, aman, dan nyaman.
Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu menjadikan Pasar Girian sebagai pusat aktivitas ekonomi yang lebih tertata, sekaligus memberikan kenyamanan bagi semua pihak. (Sman)















