DOTNEWS.ID | GORONTALO – Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Gorontalo, Nelson Pomalingo, mengajak seluruh petani dan nelayan untuk menyukseskan pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) XVII yang akan digelar di Provinsi Gorontalo.
Nelson menegaskan, kesempatan menjadi tuan rumah Penas merupakan hasil perjuangan panjang di tingkat nasional yang tidak mudah diraih. Karena itu, momentum ini dinilai penting untuk dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya sebagai ajang pertemuan, tetapi juga sebagai sarana membangkitkan semangat petani dan nelayan sekaligus mempromosikan potensi daerah.
“Ini adalah kehormatan besar bagi Gorontalo. Mari kita persiapkan dengan sebaik-baiknya. Penas bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi pesta nasional bagi petani dan nelayan Indonesia,” ujar Nelson, Rabu (22/4).
Sebagai Ketua HKTI Provinsi Gorontalo, Nelson menyebut pihaknya saat ini tengah melakukan konsolidasi dengan para petani dan nelayan. Ada tiga fokus utama yang disiapkan.
Pertama, mendorong petani dan nelayan menampilkan berbagai capaian di sektor pertanian dan perkebunan, seperti komoditas jagung, kelapa, tebu, padi, serta sektor perikanan.
Kedua, memastikan masyarakat Gorontalo mampu menjadi tuan rumah yang baik dengan memberikan pelayanan terbaik kepada tamu dari seluruh Indonesia.
Ketiga, mengajak seluruh elemen petani dan nelayan berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan pertanian nasional.
Nelson juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Gorontalo yang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Penas XVII dengan dukungan pemerintah pusat.
Selain itu, HKTI Gorontalo tengah menyiapkan sejumlah inovasi di bidang pertanian yang akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Nelson yang juga merupakan pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI bidang aneka palma, menyebut beberapa program unggulan yang sedang dikembangkan.
Di antaranya pengembangan integrated farming system atau sistem pertanian terpadu di Desa Balahu yang menggabungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
HKTI juga menyiapkan pusat agroforestri di Desa Huyula, Kecamatan Mootilango, yang mengintegrasikan pengelolaan hutan dan pertanian secara berkelanjutan, termasuk kerja sama dengan hutan tanaman industri (HTI).
Tak hanya itu, pengembangan pusat pembibitan hortikultura serta kawasan agrowisata di Desa Dulamayo turut disiapkan sebagai bagian dari strategi modernisasi pertanian di Gorontalo.
“Seluruh lokasi ini kami siapkan sebagai etalase atau showcase bagi petani Gorontalo, sekaligus menjadi daya tarik bagi peserta Penas XVII,” kata Nelson.
Sementara itu, Ketua Umum DPN HKTI yang juga Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Penas XVII di Gorontalo.
Melalui berbagai persiapan tersebut, HKTI Gorontalo optimistis Penas XVII tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan sektor pertanian, perikanan, serta peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.(ard)















