DOTNEWS.ID | LIMBOTO — Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan yang berpihak pada anak. Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur berskala besar, Pemkab Gorontalo kini mulai memperkuat fasilitas pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini sebagai pondasi mencetak generasi unggul di masa depan.
Komitmen itu ditunjukkan langsung oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat meresmikan gedung ruang administrasi, ruang UKS, dan area bermain anak di wilayah Limboto Barat Kabupaten Gorontalo, Kamis, 21 mei.
Peresmian tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo Maryam Sofyan Puhi, Wakil Ketua Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo Venny Junus Anwar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Limboto Barat, para guru, tokoh masyarakat, serta orang tua siswa
Dalam sambutannya, Sofyan Puhi menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan tersebut dilaksanakan melalui pola swakelola menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Menurutnya, model tersebut terbukti mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas, tepat waktu, sekaligus melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
“Alhamdulillah, pembangunan ini selesai tepat waktu dengan kualitas yang sangat baik. Ini bukti bahwa ketika pemerintah, sekolah, masyarakat, dan orang tua bersatu, hasilnya akan maksimal,” ujar Sofyan.
Ia mengungkapkan, program serupa akan terus diperluas di Kabupaten Gorontalo. Tahun ini, sedikitnya 125 sekolah direncanakan kembali memperoleh bantuan pembangunan dengan sistem swakelola.
Bagi Sofyan, pembangunan ruang administrasi, ruang UKS, hingga area bermain bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak.
Menurutnya, pendidikan usia dini memiliki peran yang sangat menentukan terhadap pembentukan karakter anak di masa depan. Karena itu, keberadaan fasilitas pendukung yang layak menjadi kebutuhan penting dalam proses tumbuh kembang anak.
“Pendidikan dasar ini sangat menentukan seperti apa anak-anak kita ke depan. Guru PAUD dan TK punya tugas besar membentuk karakter anak sejak awal,” katanya.
Di balik pembangunan fasilitas pendidikan tersebut, Sofyan juga menyoroti persoalan kesejahteraan guru PAUD dan TK yang selama ini masih berstatus honorer di sekolah swasta. Ia menyebut kebijakan pemerintah pusat yang hanya mengakomodasi guru sekolah negeri dalam skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) menjadi tantangan tersendiri bagi daerah.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengambil langkah strategis dengan menegerikan sejumlah TK swasta agar para guru memiliki kesempatan memperoleh status P3K dan kesejahteraan yang lebih baik.
“Kami memahami konsekuensinya cukup besar terhadap APBD, tetapi ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masa depan pendidikan dan kesejahteraan guru-guru PAUD kita,” tegas Sofyan
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, mengatakan fasilitas baru tersebut akan memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak-anak di lingkungan sekolah.
Menurutnya, ruang administrasi akan menunjang tata kelola sekolah yang lebih profesional, ruang UKS menjadi sarana pembinaan kesehatan sejak dini, sedangkan area bermain anak akan menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan kreatif.
“Dunia anak adalah dunia bermain. Dari bermain mereka belajar bersosialisasi, melatih motorik, membangun kreativitas, hingga membentuk karakter sejak dini,” ujar Maryam.
Ia berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal demi mendukung lahirnya generasi emas Kabupaten Gorontalo yang sehat, cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.
Peresmian fasilitas tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan pendidikan di Kabupaten Gorontalo tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas layanan pendidikan yang ramah anak dan berkelanjutan.(ard)














