DOTNEWS.ID | MANADO – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat pengawalan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Pendampingan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahap II yang digelar di Aula Sam Ratulangi BPMP Sulut pada 18–19 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi mampu melaksanakan program sesuai petunjuk teknis, ketentuan administrasi, dan standar pelaksanaan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kegiatan dibuka dan ditutup langsung oleh Kepala BPMP Sulut, Febry H.J. Dien, S.T., M.Inf.Tech. (MAN), didampingi jajaran tim kerja dan penanggung jawab program revitalisasi.
Dalam arahannya, Febry Dien menegaskan pentingnya integritas, kepatuhan terhadap aturan, serta komitmen kepala sekolah dalam mengelola bantuan revitalisasi.
“Kepala sekolah tidak perlu khawatir berlebihan. Yang terpenting adalah melaksanakan seluruh tahapan sesuai aturan dan petunjuk yang telah diberikan melalui bimbingan teknis maupun pendampingan yang dilakukan BPMP,” tegas Febry.
Ia juga mengingatkan agar seluruh penerima bantuan aktif mengikuti program percepatan dan pendampingan yang dilaksanakan BPMP guna meminimalkan kendala dalam pelaksanaan revitalisasi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi strategis, mulai dari pemaparan progres pelaksanaan revitalisasi di masing-masing sekolah hingga sesi identifikasi permasalahan dan mitigasi risiko.
Diskusi dilakukan secara interaktif dengan memanfaatkan aplikasi berbasis web untuk memetakan tantangan yang dihadapi satuan pendidikan pada jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB.
Selain itu, peserta memperoleh penguatan implementasi program revitalisasi dari fasilitator perguruan tinggi serta edukasi perpajakan dari Direktorat Jenderal Pajak wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah pemaparan praktik baik dari TK Negeri 10 Manado yang berbagi pengalaman sukses dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai pedoman pelaksanaan program di masing-masing sekolah, termasuk penguatan dokumentasi kegiatan dan koordinasi dengan fasilitator, pengawas sekolah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Sebelum menutup kegiatan, Febry Dien mengungkapkan rencana BPMP Sulut untuk melakukan monitoring langsung ke sekolah-sekolah penerima bantuan revitalisasi mulai pekan depan, diawali dari Kota Tomohon.
Ia juga memberikan motivasi kepada para kepala sekolah agar terus menjaga semangat dalam mengawal program pembangunan pendidikan di daerah.
“Semoga seluruh kepala sekolah diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah ini demi peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, BPMP Sulut juga akan memberikan penghargaan khusus kepada sekolah yang mampu menyelesaikan program revitalisasi hingga 100 persen dengan kualitas pelaksanaan terbaik.
BPMP Sulut berharap program revitalisasi sekolah dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Sebelumnya, seluruh proyek revitalisasi satuan pendidikan Tahun 2025 di Sulawesi Utara, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB, telah diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., pada April 2026. Sementara untuk program revitalisasi Tahun 2026, puluhan sekolah di berbagai jenjang pendidikan saat ini masih dalam proses pengusulan dan pelaksanaan.(fer)














