boltara
ADVETORIAL

Bupati Bolmut : Peringatan Hari Lahir Pancasila Menjadi Dasar Falsafah Indonesia

×

Bupati Bolmut : Peringatan Hari Lahir Pancasila Menjadi Dasar Falsafah Indonesia

Sebarkan artikel ini
Bupati Bolmut Dr. Sirajudin Lasena, SE, M.Ec.Dev, bertindak selaku Inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara .

BUPATI Bolmut Dr. Sirajudin Lasena, SE, M.Ec.Dev, bertindak selaku Inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Tahun 2026, bertempat di Halaman Kantor Bupati.

Dalam sambuntan, bupati membacakan pidato Presisden RI, membahas soal Pancasila yang menjadi dasar falsafah Indonesia. Dia juga menyoroti peran Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan pondasi perdamaian dunia.

Wakil Bupati Bolmut Adityah Pontoh bersama perwakilan Polri dan Kejaksaan Negeri.

Dalam kesempatan yang sama, bapak Presiden juga turut membahas terkait ekonomi yang berlandaskan Pancasila,” ujar bupati.

Dikatakan, hari ini kita peringati 81 tahun hari lahirnya Pancasila. 81 tahun lalu Bung Karno berdiri di hadapan BPUPKI, dan menyampaikan gagasan besar yang kemudian menjadi dasar falsafah RI.

Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, menerima laporan persiapan upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat kabupaten.

“Pancasila lahir bukan dari ruang kosong, pancasila lahir dari sejarah, pengalaman, budaya, dan cita-cita bangsa Indonesia sendiri,” ungkapnya.

“Pancasila adalah sebuah konsensus agung, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita, yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” sambung bupati.

Para peserta upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang di isi oleh unsur TNI, Polri dan ASN Pemkab Bolmut.

Karena itu lah tema peringatan tahun ini pancasila sebagai pemersatu bangsa dan fondasi perdamaian dunia memliki makna yang sangat mendalam.

“Di tengah dunia yang semakin terpceah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indoensia memiliki pegangan yang kokoh, pegangan itu adalah pancasila,” tuturnya.

Usai pelaksanaan upcara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada keluarga kurang mampu di Kabupaten Bolmut.

Lanjutnya, ekonomi berdasarkan Pancasila, Pertama, ekonomi yang religius, ekonomi yang berkemanusiaan, dan ekonomi yang memperkuat persatuan nasional. Kita percaya bahwa kekayaan alam bukan sekadar komoditas ekonomi. Kekayaan alam adalah amanah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka statistik. Pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat,” tutup bupati.(advetorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *