DOTNEWS.ID | BITUNG – Wali Kota Bitung selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab ) Gerakan Pramuka, Hengky Honandar, SE, Pimpin Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka ke – 65 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Walikota. Rabu, (26/8/2026).
Ia mengajak seluruh anggota Pramuka menjadikan peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan, pengabdian, serta pembentukan karakter generasi muda Indonesia.
Dalam amanatnya pada peringatan Hari Pramuka ke-65, Hengky menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kakak dan adik Pramuka yang ada di Kota Bitung.
“65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka telah diwarnai pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kecintaan terhadap Tanah Air,” katanya.
Menurut Hengky, dari generasi ke generasi Gerakan Pramuka telah melahirkan berbagai tokoh bangsa, mulai dari pemimpin, pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan hingga relawan kemanusiaan yang mengabdikan kemampuan terbaiknya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma sebagai pedoman dalam membentuk pribadi yang tangguh di tengah perubahan zaman.
Karena itu, Hari Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa.
“Peringatan Hari Pramuka menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas yang semakin maju, berdaulat, bermartabat dan sejahtera,” ujar Hengky dalam amanatnya.
Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional XII Tahun 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Tema tersebut dinilai sejalan dengan komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung upaya pemerintah memperkuat swasembada pangan, energi dan air sebagai bagian dari ketahanan serta kemandirian nasional.
Hengky menegaskan bahwa swasembada pangan tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas bercocok tanam. Di dalamnya terdapat aspek pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, hingga kesiapan generasi muda dalam memahami dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan nyata di lingkungannya.
“Melalui pendidikan kepramukaan, budaya produktif dan kecintaan terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan serta lingkungan perlu terus ditumbuhkan sejak usia muda. Pemanfaatan teknologi tepat guna dan semangat kewirausahaan juga dinilai penting agar anggota Pramuka mampu menjadi generasi yang mandiri dan inovatif,” jelas Hengky.
Hengky menyebut proses pendidikan kepramukaan harus terus berkembang dari konsep learning by doing menjadi learning, creating, and solving, yakni tidak hanya belajar melalui pengalaman, tetapi juga mampu menciptakan gagasan dan menyelesaikan persoalan nyata.
“Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perubahan iklim, dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi serta perubahan dunia kerja, generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” ungkapnya.
Selain itu, kata Hengky, terdapat pula berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian daring dan menurunnya kepedulian sosial. Karena itu, Gerakan Pramuka diharapkan mampu membekali generasi muda dengan karakter, etika, semangat gotong royong dan rasa kebangsaan yang kuat.
“Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, sementara karakter memberikan arah agar kemampuan itu digunakan untuk kemanfaatan,” tegas Hengky.
Ia berharap setiap anggota Pramuka tidak hanya memperoleh pengalaman, tetapi juga memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan dan keberanian untuk mencoba serta mengembangkan berbagai gagasan di lingkungan keluarga, sekolah, gugus depan maupun masyarakat.
“Kami mendorong agar pengalaman kepramukaan diwujudkan dalam kegiatan nyata sesuai potensi daerah, seperti menanam pangan, menjaga dan mengelola lingkungan, memanfaatkan teknologi, mengembangkan usaha, membantu masyarakat serta menciptakan berbagai inovasi,” ucap Hengky.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, yakni generasi yang berkarakter, terampil, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Hengky juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kontingen Kwarcab Bitung yang telah mengharumkan nama Kota Bitung pada Jambore Nasional XII Tahun 2026.
“Kebanggaan semakin lengkap dengan diraihnya Jamnas Award Top 1 Following pada aplikasi Ayo Pramuka atas nama Kevin Wurangian, serta prestasi Angel Lovely Djafar, utusan Kwarcab Bitung, yang berhasil meraih Juara 1 Putri Jambore Nasional XII Tahun 2026,” katanya.
Hengky menyampaikan selamat dan terima kasih kepada seluruh peserta, pembina, pelatih, pendamping serta jajaran Kwarcab Bitung atas prestasi yang telah diraih. Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa Pramuka Kota Bitung mampu berprestasi, berdaya saing dan membanggakan daerah di tingkat nasional.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus membina generasi muda Kota Bitung yang berkarakter, terampil, mandiri dan berprestasi,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah daerah, jajaran Mabigus, TNI dan Polri, pembina, pelatih, orang tua, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, relawan serta seluruh mitra strategis Gerakan Pramuka yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan dan pembinaan generasi muda.
“Kami berharap sinergi dan kebersamaan tersebut terus diperkuat sehingga memberikan manfaat yang semakin besar bagi pembinaan generasi muda serta kemajuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.
Hengky mengajak seluruh anggota Pramuka menjadikan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian dan meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
“Gerakan Pramuka akan terus menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter bangsa, melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian yang tidak pernah padam,” pungkasnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E., Sekretaris Daerah Kota Bitung Ir. Rudy Theno, S.T., M.T., M.A.P., Ketua DWP Kota Bitung Nurjaya Theno Munarwin, Sekretaris Kwarcab Kota Bitung Julius Ondang, S.Pd., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung Fonny Tumundo, S.Pd., M.Pd., unsur Forkopimda dan lintas sektoral, kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.(Sman)














