DOTNEWS.ID | MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memperkuat komitmennya dalam membangun budaya hak asasi manusia (HAM) di seluruh lini kehidupan.
Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H, M.H, menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan dan aktivitas masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wagub Victor saat menghadiri kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia yang berlangsung di Manado, Kamis (10/9/2026).
Hadir dam kegiatan, jajaran Kementerian HAM, pemerintah daerah, aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, hingga mahasiswa.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kebangsaan.
Pembukaan diawali dengan lagu Indonesia Raya yang diiringi musik kolintang, dilanjutkan Mars HAM.
Aktivitas Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E, turut ditampilkan melalui layar LED sebelum peserta disuguhkan Tari Kabela dari Bolaang Mongondow Timur.
Menteri HAM Mugiyanto Sipin hadir dalam kegiatan itu, bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM yang membawahi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo, Mangatas Nadeak, S.Pd., S.H., M.H. Keduanya menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Wagub Victor menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri HAM di Sulawesi Utara.
Menurutnya, kehadiran jajaran Kementerian HAM menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun kesadaran HAM.
“Merupakan sebuah kehormatan kehadiran Wakil Menteri HAM di Sulawesi Utara,” ucap Wagub Victor.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Mangatas Nadeak yang telah menggagas kegiatan tersebut.
Bagi Victor, penguatan kapasitas HAM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang menghargai martabat dan hak setiap manusia.
Semangat itu, kata Victor, sejalan dengan falsafah “Si Tou Timou Tumou Tou” yang bermakna manusia hidup untuk memanusiakan manusia.
“Ini adalah nilai-nilai yang menjadikan Sulawesi Utara sebagai laboratorium nasional kerukunan umat beragama,” ucapnya.
Karena itu, Wagub Victor mengajak seluruh peserta tidak hanya mengikuti materi, tetapi menyerap dan menerapkannya dalam lingkungan masing-masing.
“Saya mengajak seluruh peserta mengikuti dan menyerap materi dari kegiatan penguatan kapasitas hak asasi manusia dan dapat diterapkan di lingkungan kerja,” ujarnya.
Pesan Wagub Victor juga menyentuh dunia usaha.
Ia mengajak para pelaku usaha membangun pola bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Menurutnya, lingkungan kerja harus memberikan rasa aman dan menghormati hak para pekerja.
Prinsip keselamatan dan perlindungan pekerja harus menjadi bagian dari budaya usaha.
“Dengan demikian, pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap HAM,” imbuhnya.
Sementara itu, Wamen HAM Mugiyanto Sipin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulut, khususnya Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
“Saya sangat bersyukur hari ini kembali mengunjungi Bumi Nyiur Melambai,” ujarnya, seraya menyebut sebelumnya pernah mengunjungi Sulut namun bukan dalam kapasitas sebagai Wamen HAM.
Ia menyebut penguatan kapasitas HAM harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai kelompok, mulai dari ASN, pengusaha, hingga mahasiswa.
“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulut, terutama kepada Pak Gubernur dan Wakil Gubernur atas sambutan yang luar biasa ini,” ucapnya.
Mugiyanto juga mengungkapkan bahwa pembangunan kantor wilayah Kementerian HAM yang baru masih belum mendapat persetujuan DPR RI.
Untuk sementara, jajaran Kementerian HAM masih menggunakan bangunan yang disewa sebagai kantor.
Namun, di balik keterbatasan tersebut, ia menilai komitmen pemerintah daerah terhadap penguatan HAM jauh lebih penting.
“Saya berharap materi yang disampaikan nanti dapat diserap dengan baik,” ujarnya.
Mugiyanto secara khusus menyoroti pernyataan Wagub Victor mengenai pentingnya menjadikan HAM sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Sulut.
“Terkait komitmen yang disampaikan oleh Pak Wakil Gubernur sangat dia senangi,” ucapnya.
Bahkan, ia memberikan penegasan yang menjadi pesan kuat dalam kegiatan tersebut.
“Apa yang disampaikan oleh Pak Wagub artinya HAM adalah DNA Sulawesi Utara,” tegas Mugiyanto.
Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat citra Sulut sebagai daerah yang terus menjaga kerukunan, toleransi, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Bagi Victor Mailangkay, pembangunan Sulawesi Utara bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi dan kemajuan infrastruktur.
Lebih dari itu, pembangunan harus menghadirkan ruang kehidupan yang aman, adil, dan manusiawi bagi seluruh masyarakat.
Sebab ketika manusia dihormati, kerukunan dijaga, dan hak setiap warga dilindungi, di situlah pembangunan benar-benar memiliki makna. (fer)














