DOTNEWS.ID | BITUNG – Pemerintah Kota Bitung terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran terbuka (TPT) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Walikota Bitung, Hengky Honandar, SE, saat melakukan Presentasi dalam rangka apresiasi kinerja pemerintah daerah dimensi penurunan tingkat pengangguran oleh Badan Strategis Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri secara (Online)
Ia yang menegaskan bahwa penurunan pengangguran menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Berdasarkan data terbaru, tren pengangguran di Kota Bitung menunjukkan penurunan yang konsisten dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2021, tingkat pengangguran tercatat sebesar 9,96 persen, kemudian menurun menjadi 8,56 persen pada 2022, 7,82 persen di 2023, 7,51 persen pada 2024, hingga mencapai 7,35 persen di tahun 2025.
“Penurunan ini menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi di Kota Bitung terus bergerak positif, meskipun tantangan tetap ada,” ujar Hengky.
Ia menjelaskan, penurunan TPT tersebut didorong oleh pertumbuhan sektor unggulan seperti perikanan, industri pengolahan, serta logistik dan transportasi. Selain itu, berbagai program pemerintah seperti padat karya dan pemberdayaan UMKM juga berperan besar dalam membuka lapangan kerja baru.
Namun demikian, pengangguran masih memiliki dampak signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi, termasuk berkorelasi dengan tingkat kemiskinan yang pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,81 persen.
Untuk itu, Pemerintah Kota Bitung terus mendorong berbagai program strategis, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan pelatihan vokasi, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta juga diperkuat guna meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan mendorong inovasi ekonomi, termasuk pengembangan UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Sejumlah program unggulan pun disiapkan untuk mempercepat penurunan pengangguran, seperti program pelatihan kerja, penempatan tenaga kerja, pengembangan investasi, hingga pembinaan kelompok usaha milenial.
Pemerintah juga menekankan pentingnya strategi keberlanjutan melalui diversifikasi ekonomi, inovasi kebijakan ketenagakerjaan, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi agar program yang dijalankan tepat sasaran.
“Ke depan, tantangan global dan pasca pandemi harus dijawab dengan adaptasi kebijakan yang tepat, termasuk penguatan KEK Bitung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tambahnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Bitung optimistis dapat terus menekan angka pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menciptakan stabilitas sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. (Sman)













