MANADO, dotnews.id – Kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam), menyebab korban meregang nyawa kembali terjadi di Kecamatan Tuminting. Parahnya lagi, korban sendiri adalah ayah kandung pelaku.
Berdasarkan informasi, kejadian ini terjadi di Kelurahan Islam Lingkungan IV, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, dimana seorang pria berinisial AB alias Opel (23), tega menikam ayah kandungnya, David Boham (52), hingga menyebabkan korban meregang nyawa, Rabu (3/1/2024) sekira pukul 11.00 Wita.
Menurut keterangan istri korban Beatrix Sarindat (54), peristiwa itu berawal saat pelaku bersama dua temannya datang ke rumah keluarga Boham. Awalnya suasana cukup tenang, namun situasi berubah ketika salah satu teman Opel ditegur oleh korban karena merokok di dalam rumah.
Kuat dugaan teguran tersebut membuat Opel (pelaku) marah, hingga dirinya pergi ke dapur dan berupaya mengambil pisau dapur yang saat itu dalam genggaman ibu nya namun gagal.
Merasa ketakutan Beatrix Sarindat (istri korban), berteriak minta tolong kepada teman anaknya di dapur sembari ke luar rumah dan meminta bantuan dari tetangga. Setelah beberapa orang tetangga datang, mereka masuk ke dalam rumah dan menemukan korban David Boham sudah tergeletak bersimbah darah di dapur. Korban pun segera dilarikan ke rumah sakit, namun upaya penyelamatan nyawa tidak membuahkan hasil.
Sementara itu Felipe Kakalang (23) dan Deril Kahosadi (22), dua teman pelaku yang bersama-sama di rumah saat kejadian memberikan keterangan bahwa, mereka mendengar teriakan minta tolong dari ibu Opel, namun tidak dapat melihat secara langsung karena pandangan terhalang oleh dinding.
Mereka menyatakan bahwa Opel menikam ayahnya setelah mendengar teguran dari David Boham terkait merokok di dalam rumah.
Pelaku sendiri, merupakan anak kandung dari korban. Motif penganiayaan diduga dipicu oleh Opel yang dalam keadaan mabuk dan kemungkinan tersinggung atas teguran ayahnya terhadap salah satu temannya.
“Pelaku telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sementara pihak berwajib tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh fakta di balik kasus ini,” terang Kapolresta Manado, melalui Kasi Humas Ipda Agus Haryono.(**)














