DOTNEWS.ID | MANADO – Sat Intelkam Polresta Manado bersama Polsek Singkil menggelar kegiatan mitigasi dan pembinaan terhadap para remaja yang sebelumnya terlibat konflik di wilayah Kecamatan Singkil.
Kegiatan tersebut sebagai langkah preventif untuk mencegah terulangnya aksi tawuran antar kelompok remaja. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Karame, Senin (3/8/2026) malam.
Mitigasi ini dilakukan menyusul aksi tawuran yang terjadi pada Senin (3/8/2026) di wilayah Kelurahan Wawonasa Lingkungan II dan Lingkungan III (Kampung Mahakam).
Kegiatan tersebut dihadiri Kanit Sosial Budaya Sat Intelkam Polresta Manado IPDA Jufri Suhani, dan personel Unit Intelkam Polsek Singkil.
Hadir juga Kasi Trantib Kelurahan Karame Sartono Monoarfa, S.Sos, para ketua lingkungan, serta sejumlah remaja yang diduga terlibat dalam aksi tawuran.
Dalam arahannya, Kasi Trantib Kelurahan Karame mengingatkan bahwa kedua kelompok sebelumnya telah difasilitasi untuk berdamai di Polsek Singkil pada Juli 2026.
Namun, karena masih terjadi gesekan, para remaja kembali diberikan pembinaan dan peringatan agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat berujung pada tindak pidana.
Sementara itu, Kanit Sosbud Sat Intelkam Polresta Manado IPDA Jufri Suhani melakukan pendataan dan profiling terhadap masing-masing remaja sesuai tingkat keterlibatannya.
Selain itu, mereka juga diberikan edukasi mengenai konsekuensi hukum dari aksi tawuran, bahaya penggunaan senjata rakitan, serta dampak sosial yang ditimbulkan terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, salah seorang remaja mengakui bahwa alat pelontar panah kawat (panah wayer) yang pernah digunakan diperoleh melalui pembelian secara daring dengan harga sekitar Rp27 ribu dan sebagian lainnya dibuat secara bersama-sama.
Keterangan tersebut menjadi salah satu bahan pendalaman bagi pihak kepolisian dalam upaya mencegah peredaran maupun penyalahgunaan senjata rakitan di kalangan remaja.
Kapolsek Singkil IPDA Matrial Barahama menyampaikan bahwa pendekatan persuasif melalui pembinaan menjadi salah satu langkah penting dalam memutus mata rantai tawuran remaja.
Selain penegakan hukum, edukasi dan keterlibatan orang tua, pemerintah kelurahan, serta tokoh masyarakat sangat diperlukan agar para remaja tidak kembali terjerumus dalam aksi yang dapat membahayakan keselamatan.
“Para remaja diberikan pemahaman bahwa tawuran tidak menyelesaikan persoalan, justru dapat merugikan masa depan mereka sendiri,” ucap Kapolsek.
“Kami berharap setelah kegiatan ini mereka mampu mengubah pola pikir, menjauhi kekerasan, dan lebih fokus pada kegiatan yang positif,” tandasnya.
Dalam sesi dialog, para remaja yang hadir menyatakan komitmen untuk tidak lagi terlibat dalam aksi tawuran maupun bentuk kekerasan lainnya.
Mereka juga menyatakan kesediaan menjaga keamanan lingkungan dan membangun hubungan yang lebih baik antarwarga.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah yang sebelumnya menjadi lokasi konflik terpantau aman dan kondusif.
Polresta Manado melalui Sat Intelkam dan Polsek Singkil akan terus melakukan pemantauan, pembinaan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah setempat dan masyarakat.
Hal ini guna mencegah munculnya kembali konflik antar kelompok remaja serta mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Singkil. (fer)














