boltara
EKBIS

Kemarau dan Puncak El Nino Pangkas Produksi Padi Bolmut 20 Persen, Stok Beras Aman hingga Desember

×

Kemarau dan Puncak El Nino Pangkas Produksi Padi Bolmut 20 Persen, Stok Beras Aman hingga Desember

Sebarkan artikel ini
Bupati Bolmut Sirajudin Lasena,saat meninjau langsung panen padi Varietas IPB 15S yang bertempat di areal persawahan desa Gihang, Kecamatan Kaidipang.

DOTNEWS.ID | BOLMUT – Dampak kemarau dan puncak fenomena El Nino mulai dirasakan sektor pertanian di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara. Produksi padi di daerah tersebut dilaporkan mengalami penurunan sekitar 20 persen.

Hal itu disampaikan Bupati Bolmut, Dr. Sirajudin Lasena, Kamis (13/8/2026), setelah pemerintah daerah menggelar rapat bersama instansi terkait, termasuk Dinas Pertanian dan Peternakan (Distan) Bolmut.

Menurut Sirajudin, penurunan produksi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena kondisi cuaca kering berpotensi memberikan tekanan terhadap produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi.

Meski produksi mengalami penurunan, pemerintah daerah memastikan ketersediaan beras di Bolmut masih dalam kondisi aman hingga Desember 2026.

“Stok beras di Bolmut masih tetap aman hingga bulan Desember nanti,” kata Sirajudin.

Untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga di tengah kondisi kemarau, Pemkab Bolmut juga menyiapkan langkah intervensi melalui operasi pasar.

Sirajudin mengatakan, operasi pasar tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat dengan menyiapkan dua skema untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.

Opsi pertama adalah menjalin kerja sama dengan Perum Bulog. Pemerintah daerah akan membeli beras dari Bulog untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp12 ribu per kilogram.

Sementara opsi kedua adalah bekerja sama langsung dengan petani lokal. Pemkab Bolmut akan menyerap beras petani meski berada pada kisaran harga premium Rp16 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.

Beras tersebut kemudian akan dijual kembali kepada masyarakat dengan harga sekitar Rp14 ribu per kilogram.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan operasi pasar. Kami menyiapkan dua opsi, pertama kerja sama dengan Bulog dan kedua kerja sama dengan petani,” ujar Sirajudin.

Langkah tersebut menunjukkan pemerintah daerah tidak hanya fokus menjaga ketersediaan stok, tetapi juga berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen.

Pemkab Bolmut berharap operasi pasar dapat menjadi langkah antisipatif menghadapi dampak kemarau dan puncak El Nino, sekaligus mencegah tekanan harga beras yang dapat membebani masyarakat.

“Dengan stok yang masih dinyatakan aman hingga Desember dan rencana operasi pasar dalam waktu dekat, pemerintah daerah memastikan stabilitas pangan tetap menjadi prioritas di tengah tantangan produksi pertanian akibat kondisi cuaca,” tutup Sirajudin.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *