DOTNEWS.ID | BITUNG – Peristiwa tragis mengguncang warga Kelurahan Kasawari, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Kamis (16/4/2026). Seorang ibu rumah tangga berinisial AL (41) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh anak kandungnya sendiri, ET (23).
Kejadian memilukan ini terjadi sekitar pukul 15.30 WITA di kediaman korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula dari cekcok antara pelaku dan korban yang kemudian memicu emosi pelaku hingga berujung pada tindakan kekerasan.
Pelaku diduga menyerang korban menggunakan sebilah parang, mengakibatkan luka serius. Korban sempat dilarikan ke RS dr. Wahyu Slamet untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Aparat dari Polsek Aertembaga bergerak cepat setelah menerima laporan dari pemerintah setempat. Dipimpin Kapolsek Denny Tampenawas, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Berdasarkan informasi warga, pelaku sempat melarikan diri. Namun berkat kerja sama cepat antara polisi dan masyarakat, pelaku berhasil ditemukan di area pantai dan segera diamankan,” ujar Kapolsek.
Saat diamankan, pelaku diketahui mengalami luka di bagian tangan dan sempat mendapatkan perawatan medis sebelum dibawa ke kantor polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang yang digunakan dalam kejadian tersebut.
Kasus ini kini telah dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Bitung guna penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kapolres Bitung Albert Zai melalui Kapolsek Aertembaga menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut serta mengimbau masyarakat untuk lebih mengedepankan pengendalian emosi dalam kehidupan keluarga.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa emosi yang tidak terkendali dapat berujung fatal. Kami mengajak masyarakat untuk menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin dan mencari bantuan jika menghadapi tekanan emosional,” ujarnya.
Pihak kepolisian memastikan akan menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan, sekaligus terus meningkatkan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (Sman)















