DOTNEWS.ID | BOLMUT – Ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kini menghadapi tantangan sekaligus peluang untuk menembus pasar ritel modern. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mulai membuka jalan melalui kurasi dan fasilitasi produk lokal agar mampu memenuhi standar jaringan ritel nasional.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kurasi dan Fasilitasi Produk UMKM untuk Akses Pasar Ritel Modern yang dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda, Hi. Abdul Mutoh Daeng Mulisa, S.Pd., M.M., mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati, Moh. Aditya Pontoh, S.IP., di Gedung Galeri IKM dan UMKM Kawasan Batu Pinagut, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya konkret pemerintah daerah untuk mendorong produk lokal tidak hanya bertahan di pasar tradisional, tetapi juga memiliki peluang masuk ke jaringan ritel modern yang menuntut standar kualitas, kemasan, perizinan, dan pasokan produk secara berkelanjutan.
Dari total 1.942 UMKM yang tercatat di Bolmut, sebanyak 21 pelaku usaha mengikuti kegiatan kurasi secara simbolis. Mereka merupakan UMKM binaan Dinas Perdagangan dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Boltara yang dipersiapkan untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Proses penilaian melibatkan tenaga profesional dari manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk selaku pengelola Alfamart dan PT Indomarco Prismatama selaku pengelola Indomaret. Keterlibatan langsung pengelola ritel ini diharapkan memberikan gambaran nyata mengenai persyaratan produk yang berpeluang diterima di pasar modern.
Bukan Sekadar Kurasi, UMKM Dituntut Siap Bersaing
Kurasi produk bukan sekadar kegiatan menilai barang dagangan. Tahapan ini menjadi pintu awal bagi pelaku UMKM untuk mengetahui apakah produk mereka telah memenuhi persyaratan pasar ritel modern.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kualitas produk, daya tarik kemasan, kelengkapan perizinan, hingga kemampuan pelaku usaha menjaga konsistensi produksi dan pasokan.
Karena itu, pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang diminati konsumen. Mereka juga perlu memastikan produk memenuhi ketentuan yang berlaku serta mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Abdul Mutoh menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong UMKM Bolmut naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Menurutnya, kurasi menjadi langkah strategis untuk menjawab berbagai kendala yang selama ini dihadapi pelaku UMKM dalam menembus pasar modern, terutama terkait standardisasi kualitas, kemasan, perizinan, dan kontinuitas produk.
Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses penilaian, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan hingga produk UMKM benar-benar memenuhi persyaratan untuk dipasarkan.
Peluang Kemitraan dengan Puluhan Gerai
Peluang pemasaran produk lokal juga ditopang oleh keberadaan jaringan ritel modern dan sektor usaha kuliner di Bolmut.
Berdasarkan data kegiatan, pemetaan sektor ritel modern mencakup 12 gerai Alfamart, 16 gerai Indomaret, dan satu gerai Citramart. Selain itu, empat gerai kafe turut diundang dari sektor usaha kuliner.
Keterlibatan para pelaku usaha tersebut membuka ruang untuk menjajaki kemitraan pemasaran produk UMKM lokal. Namun, peluang masuk ke jaringan ritel tetap bergantung pada hasil kurasi, pemenuhan persyaratan, serta kesepakatan dengan masing-masing pengelola.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pelaku UMKM mampu menjaga kualitas dan ketersediaan produk ketika permintaan pasar meningkat. Tanpa kesiapan produksi dan tata kelola usaha yang baik, peluang pemasaran yang terbuka berisiko tidak berlanjut menjadi kemitraan jangka panjang.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, Dekranasda, Dinas Perdagangan, dan manajemen ritel modern menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kompetitif.
Abdul Mutoh berharap pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar UMKM yang telah mengikuti kurasi memperoleh pembinaan lanjutan sampai benar-benar siap memasuki pasar modern.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt. Ketua TP-PKK Kabupaten sekaligus Ketua Dekranasda Bolmut, Ny. Moy Olivia Pontoh Mamonto, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, pimpinan atau perwakilan Alfamart, Indomaret, dan Citramart, serta para pelaku UMKM peserta kurasi.
Dengan langkah ini, Pemkab berupaya mengubah potensi 1.942 UMKM daerah menjadi kekuatan ekonomi yang lebih produktif. Tantangan ke depan bukan hanya membuka akses pasar, melainkan memastikan produk lokal benar-benar memenuhi standar, mampu bersaing, dan bertahan di tengah ketatnya persaingan ritel modern.(**)















