PEMERINTAH Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara, terus mendorong percepatan pembangunan sektor kesehatan melalui penguatan sarana dan prasarana pelayanan medis, baik di tingkat puskesmas maupun rumah sakit.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyampaian sejumlah usulan prioritas kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mendapatkan dukungan program dan penganggaran tahun 2027.
“Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas medis, sekaligus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan,” ungkap PLT Bupati Bolmut, usai melakukan audiens bersama Kemterian Kesehatan di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya dengan melihat luas wilayah mencapai 1.856,86 kilometer persegi, enam kecamatan, 106 desa dan satu kelurahan, serta jumlah penduduk sebanyak 88.993 jiwa, Bolmut menghadapi tantangan tersendiri dalam pemerataan pelayanan kesehatan.
Terlebih, wilayah yang berada di jalur strategis Trans Sulawesi dan berbatasan langsung dengan Provinsi Gorontalo ini membutuhkan dukungan infrastruktur kesehatan yang memadai untuk menjangkau masyarakat hingga kawasan pedesaan.

“Saat ini, Bolmut memiliki dua rumah sakit umum daerah, yakni RSUD Bintauna dan RSUD Bolangitang. RSUD Bolangitang tengah menjalani pembangunan melalui program PHTC Kementerian Kesehatan,” terang PLT Bupati.
Selain itu, tersedia 12 puskesmas yang terdiri dari enam puskesmas rawat inap dan enam puskesmas rawat jalan, satu gedung instalasi farmasi, satu gedung penanggulangan gizi buruk, satu gedung PSC 119, 21 puskesmas pembantu (Pustu), 32 poskesdes, serta 19 unit ambulans.
“Meski demikian, penguatan fasilitas kesehatan masih menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk meningkatkan kapasitas pelayanan rumah sakit dan puskesmas serta mendekatkan akses layanan medis kepada masyarakat,” tandasnya.

Dalam usulan perencanaan dan penganggaran 2027, Pemkab Bolmut mengidentifikasi sejumlah kebutuhan prioritas yang diharapkan dapat disinkronkan dengan program nasional Kementerian Kesehatan.(advetorial)















